Kunyit menyimpan 101 senyawa turunan curcumin
Siapa tak kenal kunyit. Rimpang berwarna kuning ini cukup dikenal masyarakat Indonesia baik untuk bumbu masak maupun untuk jejamuan. Kunyit selain untuk bumbu masak ternyata bisa digunakan untuk mencegah peradangan.
Adalah curcumin, senyawa kimia dalam kunyit (kunir) yang bisa membantu menyembuhkan peradangan. Berdasar penelitian kedua pakar farmasi Universitas Gadjah Mada, Prof Dr Ibnu Gholib Gandjar dan Prof Marchaban, di dalam warna kuning pada rimpang kunyit terdapat 101 senyawa baru turunan curcumin.
Dari jumlah itu, ada sekitar sepuluh senyawa yang punya aksi farmakologi yang menguntungkan pada manusia. Masing-masing turunan pentagamavunon (PGV), Gamavuton (GV) dan Hexagamavunon (HGV), yaitu PGV0, PGV1, PGV2, PGV5, PGV6, HGV1, HGV5, HGV6, HGV9, serta GV6. Sepuluh senyawa baru tersebut sudah dipatenkan di Indonesia dan AS. Senyawa khusus dalam kunyit bisa digunakan untuk obat anti peradangan. Keberadaan curcumin,diharapkan akan bisa mengurangi efek samping dari obat analgetik. Ketika obat analgetik dikombinasikan dengan zat-zat yang terkandung dalam curcumin maka efek sampingnya akan bisa dikurangi.
Selain dari kunyit, ada juga senyawa dari vanilin. Kunyit tetap sebagai model utama. Namun, vanilin juga mengandung senyawa mirip dengan kunyit seperti PGV0, PGV1 dan HGV1.
Vanilin banyak dihasilkan di Indonesia. Untuk mengubah vanilin menjadi zat yang bisa berguna untuk peradangan, ada beberapa zat yang bisa dilakukan hanya dalam sekali proses reaksi.
Tak hanya bisa digunakan sebagai antiperadangan, vanilin jika reaksikan dengan garam kalsium maupun garam natrium, ada indiskasi bisa antikanker.


