Berkebun Cara Hidroponik, Kecil Namun Berkualitas Besar

Hydroponic FarmingHalaman sempit bukan halangan untuk berkebun. Dari halaman yang terbatas, bahkan tanpa halaman sekalipun, Anda tetap bisa bercocok tanam bunga anyelir, anggrek, dan bahkan sayuran pakchoy, brokoli, kapri, bahkan buah melon dan strawberry dengan hasil panen bagus. Tak cuma itu, Anda bisa bekerja sendiri, tanpa berkotor-kotor menginjak tanah berlumpur pula. Itu bila Anda menggunakan sistem hidroponik.

Komersial dan hobi

Apa itu hidroponik? Kata hidroponik berasal dari bahasa Yunani. Yakni, hydros berarti air. Dan ponos yang berarti kerja. Secara harfiahnya, hidroponik adalah suatu cara bercocok tanam yang dilakukan tanpa menggunakan tanah, tetapi menggunakan air.

Sistem hidroponik, awalnya diketahui dari hasil penelitian WF Gericke, peneliti dari Amerika Serikat. Gericke, dalam penelitiannya itu mencoba mengembangkan teknik bercocok tanam dengan air. Dan ternyata, penelitannya berhasil. setelah melihat keberhasilan penelitian Gericke tersebut, Wa Setchell dari University of California kemudian memperkenalkan pertama kali istilah hidroponik.

Kini, sistem hidroponik sudah dikenal ke seluruh dunia. Pada umumnya, tanaman yang bernilai ekonomi tinggi banyak ditujukan untuk usaha secara komersial. Sedangkan penggunaan tanaman eksotik, banyak dilakukan untuk hobi. Sebagai hobi, tentunya banyak dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di perkotaan.

Strawberries being grown in a greenhouse

Tak cuma dua alasan itu yang membuat sistem hidroponik menjadi pilihan. Menghindari tanah yang sudah banyak terkontaminasi sumber penyakit (patogen) juga dasar utama dilakukannya hidroponik. Selama ini, patogen tular tanah (soil borne disease), banyak sekali yang mengkontaminasi tanah-tanah di lahan pertanian. Dan, untuk dapat menghilangkan sumber patogen tersebut, biasanya tidak mudah dilakukan.

Keuntungan lainnya, kemampuan hidroponik untuk mengatur unsur haranya cukup baik. Dengan sistem ini, unsur hara yang dibutuhkan bagi pertumbuhan tanaman jadi semakin terkontrol.Karena sifatnya yang kontinu, system hidroponik bisa menghasilkan produk di luar musim. Keuntungan yang diperoleh dari sistem hidroponik ini adalah kemampuannya untuk menghasilkan produk pertanian di luar musim (off season). Ketidakmampuan menghasilkan produk pertanian di luar musim adalah kelemahan pertanian di Indonesia hingga kini.

Media dan hara

Apa pun macamnya, sistem hidroponik amat mengandalkan pada kualitas media dan hara. Sistem hidroponik sendiri ada tiga macam: sistem mengalir, mengapung, dan tenggelam. Sistem terendam, medianya biasanya berupa kerikil. Sistem mengalir, menggunakan media air yang mengaliri akar tanaman secara terus-menerus. Kalau mengapung, salah satunya bisa menggunakan media rockwool.

Pada sistem hidroponik mengapung dan tenggelam, media yang dipilih adalah yang luas permukaannya besar, berpori sehingga bisa menyimpan air dalam ruang porinya. Dengan begitu, media mampu menahan air dalam jumlah besar. Selain itu, media juga harus bisa meloloskan air. Karena itu media yang sangat halus sebaiknya dihindari karena tidak mampu menahan air sehingga lalu-lintas oksigen menjadi terganggu.

Yang paling penting saat memilih media, pastikan bahwa ia tidak mengandung racun. Media-media tersebut, harus dalam kondisi steril. Hal ini agar tidak membawa patogen sumber penyakit.

Andalan berikutnya adalah pupuk. Sistem hidroponik mengandalkan larutan kimia untuk industri sebagai asupan gizi bagi tanaman. Dengan begitu, bahan-bahan yang digunakan untuk pertumbuhan tanamannya tidak didapat secara alami. Ini berbeda dari cara bercocok tanam yang dilakukan pada media tanah, unsur hara makro dan mikro tersebut, didapat secara alami dari tanah itu sendiri.Sehingga orang-orang yang bergerak di organic farming banyak yang menentang sistem hidroponik ini.

Selain bahan-bahan tersebut, lanjutnya, diperlukan pula larutan hara yang memiliki komposisi seimbang.Kalau komposisinya tidak seimbang hal ini dapat mengakibatkan kematian tanaman.Akibat penggunaan larutan kimia produk pabrikan ini, sistem hidroponik cukup mahal jika dibandingkan dengan cara budidaya biasa yang menggunakan media tanah. Sehingga yang banyak melakukan teknik ini adalah orang-orang yang memiliki cukup modal.

Pengadaan hara yang relatif mahal membuat orang cenderung memanfaatkan sistem hidroponik untuk pertanian skala besar. Meskipun petani hidroponik amatir belakangan terus meningkat. Ini terlihat dari semakin banyaknya pedagang berbagai kebutuhan hidroponik. Kini, untuk pemula yang ‘malas’ merakit instalasi hidroponik bisa membeli jadi. Begitu juga larutan siap pakainya.


Comments are closed.

Baca ini jugaclose