Dari berbagai jenis sistem hidroponik, NFT (Nutrient film technique) paling populer digunakan para pehobi ‘kelas rumahan’. Sistem ini relatif sederhana. Cara ringkas kerjanya adalah mengalirkan larutan hara ke media tanaman dan kemudian larutan itu kembali ke dalam bejana. Proses ini berlangsung terus-menerus.
Selain itu juga ada sistem lain yaitu : Pot Culture System dan Floating Hidroponic System ( FHS ). Pot Culture System menggunakan tempat plastik atau gelas dengan air sebagai media. Namun, sesuai dengan kebutuhan tanaman agar tumbuh dengan baik maka harus diperhatikan ketentuan-ketentuan dasar seperti aerasi dan larutan nutrisi dalam pot atau tabung dengan media air ini. Aerasi bisa menggunakan pompa udara akuarium.
Sedangkan cara kerja Floating Hidroponics System(FHS) adalah dengan menancapkan tanaman pada lubang styrofoam yang mengapung di atas permukaan larutan nutrisi dalam bak penampung atau kolam sehingga akar tanaman terapung atau terendam dalam lauran nutrisi.
Media tanam paling populer yang digunakan adalah arang sekam. Kendati begitu, bisa juga berupa sabut kelapa(cocopeat), batu apung, kerikil, maupun pasir. Kehidupan tanaman amat bergantung pada larutan hara. Larutan hara harus memiliki komposisi seimbang,jika tidak dapat mengakibatkan kematian tanaman.
Unsur utama yang diperlukan tanaman lewat larutan hara adalah Nitrogen (N), Posphorus (P) dan Kalium (K). Secara umum Unsur hara ini dibagi dua, yaitu unsur makro (C, H, O, N, P, S, K, Ca, dan Mg) dan mikro ( B, Cl, Cu, Fe, Mn, Mo, dan Zn). Kualitas larutan nutrisi ini juga penting untuk diketahui dengan mengukur electrical conductivity (EC) larutan.
Kandungan pH larutan harus mendekati netral, yakni kisaran antara 5,5-6,5. Lalu, apa saja komponen dan peralatan penunjang sistem ini? Untuk menampung larutan hara, dibutuhkan sebuah bejana, bisa berupa ember atau baskom. Kebutuhan penting lainnya adalah pipa pralon berdiameter 3 cm. Pipa ini menghubungkan ember ke dasar pot-pot berisi tanaman.
Tentu saja, larutan hara tak begitu saja bisa mengalir ke tanaman. Untuk itu, diperlukan pompa yang memompakan air dari ember ke pot-pot tanaman. Seberapa banyak air yang dipompakan diatur sebelumnya. Dengan begitu, secara sederhana, kerja sistem ini larutan pupuk dipompakan ke dalam pot-pot. Begitu pompa secara otomatis mati, larutan kembali turun ke bejana.
Bila ‘kebun hidroponik’ Anda ditempatkan di luar rumah, tanaman perlu atap pelindung. Tujuannya, untuk menghindari serangan serangga, kontaminasi hujan, dan sinar matahari yang berlebihan. Sinar ultraviolet dari matahari yang berlebihan bisa merusak tanaman. Mencegah kemungkinan itu, tanaman diberi atap plastik yang biasa digunakan sebagai penutup rumah plastik, misalnya jenis plastik UV atau fiberglass. Plastik ini mampu menahan sekitar 20 persen dari pancaran sinar matahari, selebihnya mengenai tanaman yang terlindung di bawahnya.

