Seorang pasien wanita mengeluhkan sakit kepala yang tak kunjung sembuh kepada Prof Dr Zubairi Djoerban SpPD KHOM. Berikut ini pertanyaan dan solusinya.
Saya seorang wanita, umur 33 tahun. Saya sering sakit kepala. Begitu mengganggunya sakit kepala itu hingga saya tidak bisa bekerja secara optimal serta mengalami sulit tidur. Sakit kepala ini datangnya tidak tentu. Begitu juga lokasinya. Kadang di sebelah kiri, kadang di sebelah kanan. Kadang kala juga terasa di tengkuk dan dahi.
Gara-gara sakit kepala ini, saya berulangkali berobat ke dokter. Dan dokter bilang, tekanan darah saya rendah. Tapi setelah diobati dan tekanan darah kembali normal, sakit kepala saya masih ada. Bahkan akhir-akhir ini makin bertambah dan tak jarang disertai perut kembung, sesak nafas dan mudah lelah. Dalam satu bulan ini rekan kerja saya di kantor mengatakan saya makin kurus dan sering nampak pucat.
Saya juga sudah berobat ke beberapa dokter spesialis, tapi tidak sembuh. Obat yang pernah saya minum antara lain sirup obat maag, parasetamol, ponstan, obat penenang dan berbagai macam vitamin. Hasil pemeriksaaan laboratorium, rontgen dada, rekam otak (EEG), rekam jantung (EKG) dan tes treadmill saya dalam batas normal. Bahkan saya pernah diendoskopi, dengan hasil lambung dan usus duabelas jari normal.
Saya jadi khawatir dengan keadaan saya ini. Saya merasa bingung, sebenarnya saya ini menderita penyakit apa? Apakah penyakit saya ini serius? Upaya apa lagi yang perlu saya lakukan agar cepat sembuh?
Jawaban dokter :
Perlu saya sampaikan bahwa penyakit atau gangguan seperti yang Anda alami ini banyak dijumpai di ruang praktek dokter sehari-hari. Yaitu, keluhan menetap walaupun penyakit tidak ditemukan meski telah dicari dengan berbagai pemeriksaan.
Kemungkinan epilepsi sebagai penyebab sakit kepala Anda sudah dapat disingkirkan dengan hasil pemeriksaan EEG yang normal. Kemungkinan penyakit TBC paru yang membuat badan makin kurus dan sesak nafas juga mustahil, mengingat hasil rontgen paru Anda normal. Demikian pula, tidak mungkin Anda sakit liver (perut kembung dan mudah capai) karena hasil laboratorium check-up cukup baik. Biasanya, laboratorium check-up meliputi pemeriksaan fungsi liver. EKG dan tes treadmill yang normal menunjukkan kondisi jantung yang lumayan baik.
Pada umumnya penyakit yang Anda hadapi tidak berbahaya. Namun demikian walaupun tidak nampak adanya gangguan organ tubuh, keluhan Anda perlu mendapat perhatian dan pengobatan yang memadai agar tidak menyebabkan menurunnya kualitas hidup, seperti halnya gangguan pada pekerjaan dan aktivitas sosial.
Penyakit yang seperti Anda alami ini dalam bidang kedokteran biasa disebut gangguan psikosomatik, yaitu gangguan pada badan seperti halnya sakit kepala, sakit perut, ataupun rasa sesak yang timbul tanpa disertai adanya kelainan organ yang nyata seperti: tidak ada kelainan otak, tidak ada tukak lambung dan tidak ada kelainan jantung .
Penyakit ini sering kali diawali dengan kejadian yang melibatkan fungsi psikis, emosi dan perasaan seseorang yang tidak menyenangkan, seperti halnya kejadian yang menimbulkan kekecewaan mendalam, frustrasi, kesedihan, dan lain-lain, kemudian berkembang menjadi depresi atau kecemasan (ansietas) kronis.
Walaupun kejadian tersebut telah berlalu tidak jarang respon tubuh masih berlangsung terus dan menimbulkan berbagai macam keluhan seperti yang Anda alami, dan tak kunjung sembuh walaupun sudah berobat.
Cukup sering terjadi penyakit tersebut timbul oleh karena tumpukan stres kecil dalam kehidupan sehari-hari yang bercampur dengan harapan-harapan, keinginan-keinginan terhadap masa depan yang kurang jelas atau berlebihan. Penderita sendiri atau kadang-kadang dokternya tidak menyadari bahwa kondisi demikianlah yang sebenarnya berkaitan dengan gangguan yang dikeluhkan seseorang, bukan karena kelainan di organ tubuh pasien. Tak heran, hal ini sering membuat pasien menjadi bingung. Dan keadaan seperti ini bisa menimbulkan pemikiran yang bermacam-macam. Misalnya saja, ada yang mengira dirinya sakit kanker atau bahkan kena guna-guna. Dan karena dugaan-dugaan itu, tak sedikit pasien psikosomatik yang akhirnya berupaya mencari pengobatan alternatif.
Sebagian kasus yang melakukan pengobatan alternatif dapat memperoleh kesembuhan bukan karena kehebatan dukun, obat atau jamunya, tetapi karena bangkitnya harapan, timbulnya rasa tenteram dan bertambahnya percaya diri. Dalam bidang Kedokteran Psikosomatik, upaya pengobatan yang demikian bisa diparalelkan dengan salah satu jenis upaya pengobatan psikoterapi.
Gangguan yang seperti Anda derita ini dapat disembuhkan. Saya anjurkan Anda konsultasi ke dokter penyakit dalam. Hanya saja diperlukan upaya pendekatan holistik (menyeluruh) yang meliputi aspek fisik, psikis dan sosio-spiritual. Diperlukan data yang lebih rinci mengenai suasana di kantor, jabatan saudara, hubungan dengan teman sekantor dan dengan atasan. Dokter juga perlu menanyakan apakah Anda sudah berkeluarga, bagaimana suasana di rumah, latar belakang pendidikan, hobi Anda, dan lain-lain.
Olahraga ringan yang teratur setiap hari (jalan kaki misalnya), bersama-sama dengan relaksasi, berdoa, zikir, meditasi mungkin dapat mengurangi keluhan Anda. Bila keluhan menetap, ada baiknya Anda berkonsultasi ke Subbagian Psikosomatik, Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM Jakarta.

